Program Bina Keluarga Balita

Bina Keluarga Balita

Bina Keluarga Balita (BKB) Anggrek merupakan salah satu kegiatan integrasi Posyandu yang dilaksanakan di Dusun Kalensari. Kegiatan ini mulai dilaksanakan secara aktif sejak tahun 1997, sebanyak 7x pertemuan dalam 1 tahun dengan topik perkembangan yang berbeda setiap pertemuannya.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan keterampilan anak secara optimal. Kegiatan BKB menjadi media penyuluhan dan pelatihan bagi para orang tua dan balita. Dalam kegiatan ini, orang tua diberikan penyuluhan mengenai tumbuh kembang anak yang dibagi menjadi 5 kelompok usia, yaitu usia 0-1, 1-2, 2-3, 3-4, dan 4-5 tahun. Tumbuh kembang balita ditinjau dari segi kognitif, biologis dan sosioemosional yang tercantum dalam Kartu Kembang Anak (KKA) dalam bentuk informasi deskripsi perilaku. Kartu Kembang Anak berisi informasi mengenai indikator perkembangan perilaku anak setiap bulannya. Setelah kegiatan penyuluhan, dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan bagi para balita untuk melihat peningkatan tahap kembangnya, yang mana anak akan diminta untuk mempraktekkan perilaku sesuai tahap perkembangannya yang seharusnya sudah harus dapat dilakukukan.

Menurut teori Piaget, terdapat 4 tahapan perkembangan kognitif, yaitu sebagai berikut:

  1. Tahap Sensorimotor
    Berlangsung mulai dari lahir hingga usia 2 tahun. Pada tahap ini Piaget percaya bahwa fokus utama bayi adalah pada sensasi fisik dan mulai belajar mengkoordinasikan anggota tubuh. Perkembangan mental ditandai dengan kemajuan yang besar dalam kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensasi melalui gerakan dan tindakan fisik. Oleh karena itu, tahap ini dinamai tahap sensori-motorik (Piaget, 1925).
  2. Tahap Pra-Operasional
    Berlangsung antara usia 2-7 tahun. Dalam tahap ini anak mulai merepresentasikan dunianya dalam bentuk kata-kata, bayangan dan gambar. Walaupun sudah mulai menggunakan bahasa namun anak masih belum mengerti aturan logika. Anak-anak pada tahap ini sangat egosentris dan belum atau masih sulit memahami mengenai konservasi.
  3. Tahap Operasional Konkret
    Berlangsung antara usia 7-11 tahun. Anak pada tahap ini dapat bernalar secara logis. Penalaran ini dapat diterapkan selama peristiwa itu konkret/nyata dan spesifik. Jadi pada tahap ini masih ada keterbatasan dalam pemikiran operasional konkret, yaitu anak masih belum mampu memikirkan suatu peristiwa atau objek, jika peristiwa atau objeknya tidak konkret. Contohnya ketika anak diberi tiga boneka (Edith, Susan, dan Lily) dengan warna rambut yang berbeda, anak dapat dengan mudah mengidentifikasikan boneka mana yang berambut paling gelap. Namun ketika diberi pernyataan “rambut Edith lebih terang daripada rambut Susan dan rambut Edith lebih gelap daripada rambut Lily”, anak masih sulit untuk menjawabnya. Karakteristik lainnya pada anak tahap ini adalah klasifikasi atau kemampuan mengelompokkan benda ke dalam suatu kelas.
  4. Tahap Operasional Formal
    Tahap ini berkembang di usia 11-15 tahun. Pada tahap ini karakteristik yang paling menonjol adalah kemampuan anak berpikir mengenai suatu peristiwa yang tidak terbatas pada sesuatu yang aktual atau konkret lagi. Pada tahap ini anak juga sudah mampu memahami bentuk argumen. Selain itu juga mulai berkembang kemampuan penalaran hipotesis deduktif, dimana anak mulai berpikir mengenai rencana yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah secara sistematis seperti dalam memecahkan persoalan aljabar. Menurut Piaget tahap ini adalah deskripsi terbaik untuk menggambarkan bagaimana remaja berpikir.

Penyuluhan dan pelatihan ini disampaikan oleh para ibu kader yang berjumlah 15 orang. Selain memberikan penyuluhan dan pelatihan, para ibu kader juga bertugas mengunjungi rumah-rumah orang tua balita untuk meninjau perkembangan anak yang mengacu pada Kartu Kembang Anak.
Adapun susunan kepengurusan organisasi Bina Keluarga Balita Anggrek Dusun Kalensari adalah sebagai berikut:
Ketua        : Teni Fitriyatin
Sekretaris  : Herni
Bendahara : Enung Herawati

Mahasiswa mengadakan beberapa bentuk kegiatan untuk masing-masing kelompok anak sesuai tahap perkembangannya, yang mana anak-anak tersebut dibagi menjadi dua kelompok usia, yaitu kelompok usia 0-2 tahun dan kelompok usia 3-5 tahun. Bentuk kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan pada teori tahap perkembangan anak yang dikemukakan oleh Jean Piaget.

Adapun tujuan diadakannya kegiatan tersebut ialah:

  • Melatih daya imajinasi
  • Melatih kreativitas
  • Melatih kemampuan motorik kasar dan motorik halus
  • Mengembangkan daya nalar

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s