Program Budidaya Mentimun

Budidaya Mentimun (Curcumis sativus)

Kegiatan budidaya mentimun dilaksanakan pada lahan sekitar bandara Nusawiru yang terletak di:
Dusun        : Kalensari
Desa          : Kondangjajar
Kecamatan : Cijulang
Kabupaten  : Ciamis

Tanaman mentimun bisa ditanam pada daerah dataran tinggi dan dataran rendah juga bisa ditanam diawal musim kemarau dengan curah hujan yang dikehendaki 1500 – 2000 mm.

Mentimun menghendaki tanah yang subur, gembur dan mengandung banyak bahan organik serta berada pada Ph tanah sekitar 6 – 7. Pengolahan tanah untuk budidaya mentimun dilakukan 2 kali, tanah diolah sampai gembur sedalam 30 – 40 cm, jarak tanam antar lubang 30 cm dan lebar barisan 100 cm, dan tinggi bedengan 25 – 30 cm.

Permintaan pasar oleh mentimun sangat tinggi, oleh karena itu untuk mempertahankan kualitas mentimun petani melakukan budidaya dengan intensif. Tanaman mentimun mempunyai prospek yang cukup baik untuk diusahakan.

Luas lahan yang digunakan oleh petani untuk usaha budidaya mentimun ini yaitu sekitar 250 m^2 dan biaya yang digunakan berasal dari uang pribadi petani. Dalam kegiatan wirausaha budiday mentimun, petani melakukan beberapa kegiatan dilahan diantaranya sebagai berikut :

  1. Penyiapan benih
    Benih didapatkan dari EAST-WEST SEED yang diberikan tanpa bayar. Benih ini didapatkan petani ketika tim EAST-WEST SEED melakukan penyuluhan mengenai tanaman Hibrida ke desa Kondangjajar.
  2. Persiapan lahan
    – Pembabadan
    Dikarenakan lahan yang akan digunakan petani banyak rumput terutama alang – alang, maka petani perlu melakukan pembabadan.
    – Pengolahan tanah
    Lahan yang akan digunakan dilakukan pembajakan atau dicangkul sedalam 30 – 35 cm, kemudian dikeringkan selama 14 hari agar gas – gas beracun yang terkandung dalam tanah sebelumnya menguap.
    – Pemupukan dasar
    Pemupukan dasar dilakukan sebeluim penanaman. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang sudah dingin terutama pupuk kandang. Cara penggunaan pupuk ini adalah disebarkan dalam bedengan sebanyak 4 karung ukuran 25 kg secara merata.
  3. Penanaman
    – Waktu tanam
    Waktu tanam yang tepat untuk kegiatan budidaya mentimun adalah pada akhir musim hujan atau pada musim kemarau.
    – Cara penanaman
    Sistem penanaman dilakukan dengan tanam langsung benihnya, caranya yaitu buat lubang tanam dengan alat bantu tugal pada jarak 50 cm dalam barisan. Tanamkan benih 2-3 butir/lubang tanam kemudian tutup dengan tanah tipis.
  4. Pemeliharaan
    – Penyulaman dan seleksi tanaman.
    Dilakukan pada tanaman yang mati dengan cara tanaman yang tumbuhnya lemah dicabut. Waktu penyulaman yakni sejak tanam hingga berumur 5 hari.
    – Penyiraman
    Penyiraman secara rutin dilakukan pada sore hari, dan kadang pada pagi hari dengan menggunakan alat embrat dan ember.
    – Pemasangan Ajir (Turus)
    Dilakukan ketika tanaman berumur 5 HST agar tidak mengganggu dan merusak perakaran mentimun.
    – Pemupukan susulan
    Waktu pemupukan susulan I umur 3 – 5 HST, disebar merata disekeliling tanaman sejauh 15 cm dari batangnya. Pupuk susulan II diberikan pada umur 20 HST dan pupuk yang diberikan campuran urea 3 kg, TSP 2 kg, KCL 2 kg untuk dua kali pemupukan.
    – Penyiangan
    Penyiangan rumput – rumput liar dilakukan setelah pemupukan dengan dua kali penyiangan yang alat bantunya parang.
    – Pengendalian hama dan penyakit
    Untuk mengendalikan hama pada tanaman mentimun, petani melakukan berbagai hal, diantaranya yaitu :
          – Disemprot dengan insektisida seperti cymbus
          – Pergiliran tanam dan waktu tanam serempak
          – Mengumpulkan buah yang terserang untuk dikubur.
    Sedangkan untuk mengendalikan penyakit yang sering terjadi pada tanaman mentimun yaitu busuk daun dan penyakit tepung, petani melakukan berbagai hal diantaranya yaitu :
          – Penanaman varietas yang resisten
          – Mengurangi kelembaban dengan cara memperjarang jarak tanam.
          – Mencabut tanaman yang terserang cukup parah
  5. Panen
    Buah mentimun dapat dipanen pada waktu tanaman berumur 4 – 6 minggu dengan cara dipetik dan dilakukan cara bertahap. Waktu panen yang paling baik adalah sekitar jam 07.00 – 09.00 agar pada buah mentimun tidak terdapat air (embun). 
  6. Pasca panen
    Buah mentimun termasuk sayuran yang mudah busuk dan rusak. Oleh karena itu selepas panen, penyusun segera memasukkan ke dalam wadah yang lebih besar untuk dicuci, kemudian ditiriskan sebentar dan dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran 1 kg untuk dipasarkan.
  7. Pemasaran hasil
    Pemasaran hasil buah mentimun ini tidak semuanya ke pedagang pengecer tetapi sebagian langsung ke konsumen dengan harga yang tidak beda jauh.

Masalah yang sering dialami oleh petani dalam pelaksanaan wirausaha budidaya tanaman mentimun diantaranya yaitu :

  1. Adanya pertumbuhan tanaman yang kurang baik
  2. Adanya tanaman yang terserang hama dan penyakit
  3. Jauhnya aliran air pada saat pertumbuhan

Dari beberapa masalah yang dihadapi petani dalam pelaksanaan wirausaha budidaya mentimun, pemecahan yang diambil oleh petani yaitu :

  1. Menggantikan tanaman dengan benih yang baru (penyulaman)
  2. Dilakukan penyemprotan dengan insektisida dan secara manual (fisik)
  3. Melakukan penyiraman dengan teratur.

Dari kegiatan budidaya mentimun yang dilakukan petani di kawasan bandara Nusawiru, kami melihat bahwa tanaman mentimun yang dibudidayakan sangat bagus dan sangat cocok dikembangbiakkan di daerah ini. Benih yang berasal dari EAST – WEST SEED yang digunakan petani merupakan benih hibrida yang sesuai dengan iklim dan cuaca di lahan yang digunakan.

Petani dalam kegiatan wirausaha budidaya mentimun tidak melakukan sistem tumpang sari, mereka melakukan kegiatan penanaman tanaman lain seperti sawi, kangkung, ubi jalar dan terung dipisah dari setiap lahan. Lahan yang digunakan untuk wirausaha ini tidak begitu luas sehingga pendapatan petani dari kegiatan wirausaha ini tidak begitu banyak.

Cara penjualan hasil mentimun yang petani dapatkan adalah langsung menjual ke pasar tanpa melalui tengkulak, karena lahan kegiatan wirausaha ini tidak terlalu jauh dari pasar Cijulang, jika ditempuh dengan mengendarai sepeda motor hanya dibutuhkan waktu sekitar 5 menit. Pasar yang sering digunakan petani untuk menjual hasil panennya yaitu pasar Cijulang dan pasar Parigi yang dapat ditempuh dengan waktu 20 menit mengendarai sepeda motor.

Kegiatan penyemprotan yang dilakukan petani yaitu 1 kali 3 hari, pada waktu penyemprotan ini insektisida dicampur langsung dengan pupuk organik cair ditambah dengan air sesuai dengan dosis yang telah ditentukan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s