Program Pemanenan Terung

Pemanenan Terong

Kegiatan ini kami lakukan pada tanggal 21 Juli 2012 di perkebunan terung milik Bapak Saleh yaitu seorang petani yang bertempat tinggal di dusun Binangun, desa Kondangjajar. Kebun terung ini terletak di kawasan Bandara Nusawiru, Dusun Kalensari, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang. Luas kebun terung milik Bapak Saleh yaitu sekitar 600 m^2 dengan keadaan tanah lempung berpasir yang terletak pada ketinggian 3 m di atas permukaan laut.

Lahan yang digunakan untuk penanaman terong ini adalah bekas penanaman padi gogo. Bapak Saleh untuk pertama kalinya melakukan budidaya terung dilahan ini dengan jenis benih hibrida yang didapatkannya dari EAST-WEST SEED pada saat mengikuti penyuluhan tanaman hibrida di desa Kondangjajar secara gratis, serta diberikan bagaimana cara-cara budidaya tanaman terung yang baik.
Jenis varietas terung yang ditanam oleh Bapak Saleh pada lahan ini ada 3 jenis yaitu terung varietas Yumi F1, terung varietas Kania F1, dan terung varietas Mustang F1. Ketiga jenis varietas tanaman terung ini diberikan dengan gratis oleh PT. EAST-WEST.

Secara umum jumlah populasi yang ditanam oleh Bapak Salaeh dilahan ini yaitu :
Varietas Yumi F1        = 146 Tanaman
Varietas Kania F1       = 146 Tanaman
Varietas Mustang F1  = 146 Tanaman

Jarak tanam yang digunakan oleh Bapek Saleh dalam penanaman terung ini yaitu 50 cm x 60 cm dan 30 cm.
Ada 2 perlakuan yang dilakukan Bapak Saleh untuk budidaya terung ketiga varietas ini, yaitu:
Single Row
Merupakan pola tanam terung 1 baris terdiri hanya dari 1 tanaman terung. Kelebihan dari perlakuan dengan sistem single row yaitu pemeliharaan lebih mudah dan pertumbuhan maksimal.
Double Row
Merupakan pola tanam terung 2 baris terdiri dari 2 tanaman terung. Perlakuan dengan double row dapat mempersulit Bapak Saleh dalam pemeliharaan tanaman terung karena jarak tanam yang terlalu rapat.
Kedua perlakuan penanaman ini dilakukan oleh Bapak saleh untuk melihat perbandingan yang paling baik dari segi pemeliharaan maupun dari hasil panen yang didapatkan. Perbandingan luas lahan yang digunakan yaitu dengan perlakuan single row sekitar 450 m^2 dan double row sekitar 150 m^2.

Kagiatan pemeliharaan yang dilakukan dalam budidaya tanaman terung yang dilakukan oleh Bapak Saleh, yaitu :

  1. Pemupukan
  2. Pengendalian hama dan penyakit terpadu

Pelaksanaan Budidaya
1. Penyiapan benih
Benih terung ketiga varietas ini didapatkan oleh Bapak Saleh dari PT. EAST-WEST SEED yang diberikan secara gratis. Benih ini didapatkannya ketika tim EAST-WEST SEED melakukan penyuluhan mengenai tanaman Hibrida ke Desa Kondangjajar.

2. Persiapan lahan
Untuk persiapan lahan dalam penanaman terung sama seperti persiapan lahan penanaman mentimun. Bedanya hanya pada penggunaan mulsa, mulsa yang digunakan Bapak Saleh pada penanaman terung ini yaitu mulsa plastik yang berwarna perak yang gunanya untuk menjaga kelembaban tanah dan untuk mengendalikan gulma yang tumbuh pada lahan. Ada pun kegiatan yang dilakukan dalam penyiapan lahan, diantaranya yaitu :

a. Penyiangan gulma
Penyiangan guma dilakukan dengan cara pembabatan. Pada lahan pertanaman terung budidaya banyak tumbuh rumput dan alang – alang, maka sehingga dilakukan pembabatan untuk mnegendalikan gulma yang tumbuh.

b. Pengolahan tanah
Pengolahan tanah secara olah tanah sempurna (Maximum tillage). Sebelum dilakukan penanaman terlebih dahulu tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30 – 35 cm, kemudian dikeringkan selama 14 hari agar gas – gas beracun dan benih gulma atau bibit penyakit yang terkandung dalam tanah sebelumnya menguap serta disolarisasi oleh cahaya matahari.

c. Pembuatan mulsa
Untuk penanaman terong, Bapak saleh mengguankan mulsa plastik berwarna perak dan dibuat lubang untuk tempat penanaman benih terung. Mulsa dipakai untuk 3 kali musim tanam tanpa diganti.

d. Pemupukan dasar
Pemupukan dasar dilakukan sebelum penanaman. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang sudah dingin terutama pupuk kandang. Cara penggunaan pupuk ini adalah disebarkan pada lubang mulsa yang telah dibuat sebanyak 6 karung ukuran 25 kg secara merata.

e. Penanaman

3. Waktu tanam
Waktu tanam yang dilakukan oleh Bapak Saleh yaitu pada saat akhir musim hujan karena apabila pada saat musim hujan lahan akan tergenang oleh air, sehingga tidak perlu dilakukan penyiraman, sedangkan pada saat musim kemarau bisa diatasi dengan penyiraman. Penyiraman ini dibantu dengan penggunaan bor air yang telah dibuat oleh Bapak Saleh dikebunnya.

4. Cara Penanaman
Sistem penanaman dilakukan dengan tanam benih langsung, dengan cara membuat lubang tanam menggunakan bantu tugal dengan jarak 25 cm dalam setiap barisan. Tanam benih 1-2 benih perlubang tanam kemudian ditutup dengan top soil. Benih ditanam lebih dari 1 per lubang tanam untuk mengatasi benih yang tidak tumbuh.

5. Pemanenan
Tanaman terung dapat dipanen setelah tanaman berumur 75 hari dengan cara dipetik dan dilakukan cara bertahap. Bapak saleh melakukan pemanenan 2 kali seminggu sesuai dengan permintaan pasar. Terung yang dihasilkan langsung dijual ke pasar dan sebagian dipasarakan ke konsumen.

Pada saat pemanenan yang kami lakukan di kebun pertanaman Terung Bapak Saleh tanggal 21 Juli 2012, kami mendapatkan sekitar 30 kg terung dari ketiga varietas hibrida terung, yaitu Yumi, Kania, dan Mustang. Bapak Saleh memperkirakan sampai pada panenke-10 hasil panen terung yang didapatkan ada sebanyak 6,5 kwintal.

Panen biasanya dilakukan 2 kali seminggu secara rutin dan bisa langsung dijual ke pasar langsung oleh Bapak Saleh, akan tetapi panen juga bisa dilakukan di luar waktu panen apabila ada permintaan dari pasar. Harga terung yang dijual ke pasar per kg berkisar Rp Rp 2000-2500.

Bapak Saleh juga menceritakan, pada minggu ke 5 tanaman terung yang tumbuh dikebunnya diserang oleh penyakit karena daunnya menjadi keriting dan seperti terbakar. Namun, ternyata setelah kami melihat daun terung Bapak Saleh kami melihat bahwa banyak terdapat Kutu Daun berwarna hijau, dan hanya sebagai dugaan sementara kami mengatakan bahwa tanaman Bapak saleh terserang hama dan perlu dikendalikan dengan insektisida. Selanjutnya, kami menyarankan Bapak Saleh untuk bertanya pada yang lebih ahli dan ternyata dugaan kami benar bahwa tanaman terung Bapak Saleh diserang hama Aphid dan Thrips.

Bapak Saleh telah menyemprotkan insektisida sekitar 3 minggu. sekarang terakhir kali kami datang lagi bersama Bapak Saleh bahwa tanaman terung Bapak Saleh telah tumbuh tunas-tunas baru.  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s