Program Pembangunan Jalan Dusun Cikaler

Pembangunan Jalan Dusun Cikaler

Pembangunan jalan di dusun Cikaler mulai dilakukan pada awal tahun 2012, tetapi untuk mempersiapkan proses pembangunan jalan ini telah dimulai pada tahun 2006 yaitu program listrik masuk desa, pembukaan lahan atau kebun, dan lainnya. Pembuatan jalan dusun Cikaler ini bertujuan untuk membuka akses jalan pintas dari Desa Kondangjajar (dusun Cikaler) menuju ke desa Kertayasa atau sebaliknya. Apabila melewati jalan yang ada, waktu tempuh jarak dusun Cikaler ke desa Kertayasa atau sebaliknya dengan akses jalan memutar waktu tempuhnya adalah 15-30 menit, tetapi apabila jalan ini telah selesai, waktu tempuh menjadi lebih singkat yakni sekitar 5 menit. Pengerjaan jalan akses dua desa ini dipelopori oleh desa Kondangjajar, sedangkan desa Kertayasa sendiri baru memulai pembangunan jalan tersebut sekitar beberapa bulan yang lalu. Jalan ini dibuat dari hibah tanah/kebun milik warga.

Pembangunan jalan dusun Cikaler ini membutuhkan dana yang cukup besar untuk menyediakan bahan baku dan alat-alat pembangunan jalan. Sumber dana didapatkan dari dana swadaya masyarakat dan dana dari PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan atau PNPM-Perdesaan atau Rural PNPM) merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang mendukung PNPM Mandiri yang wilayah kerja dan target sasarannya adalah masyarakat perdesaan. Dalam pelaksanaannya, program ini memprioritaskan kegiatan bidang infrastruktur desa, pengelolaan dana bergulir bagi kelompok perempuan, kegiatan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat di wilayah perdesaan (Anonim, 2010).

Sebelum pembuatan jalan ini, banyak kendala yang dialami warga dusun Cikaler. Kendala-kendala tersebut yang paling menjadi faktor terbesar adalah mengenai transportasi. Disaat keadaan darurat, misalnya terdapat warga yang sakit, sangat sulit untuk akses keluar dusun. Banyak pelajar yang harus menempuh jalan memutar untuk sampai di sekolah. Selain itu, dulu warga dusun Cikaler juga belum mendapat listrik dan kekurangan air bersih (karena pH air yang terlalu rendah). Pada saat awal pembangunan jalan juga ditemui kendala yaitu dana/modal yang kurang, walaupun para pekerjanya sudah ada. Setelah jalan ini dibangun dan hampir selesai, perekonomian di dusun Cikaler mulai lancar dan stabil.

Kegiatan pembangunan jalan ini diikuti seluruh warga dusun Cikaler untuk terlibat dalam setiap tahapan kegiatan secara partisipatif, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan dana sesuai kebutuhan, sampai pada pelaksanaan kegiatan dan pelestariannya. Ini merupakan hal positif yang membuat warga dusun Cikaler menjadi semakin dekat dan berjiwa gotong royong karena pembangunan jalan Cikaler merupakan bagian program PNPM yang memberdayakan masyarakat, tetapi dalam pelaksanaan pembuatan jalan ini masih terdapat kendala yang dialami, misalnya suplai bahan baku dan material yang terbatas.
Suplai bahan baku dan material seperti batu ini merupakan hal yang penting. Batu yang digunakan dalam pembuatan jalan Cikaler ini berbagai macam, seperti batu putih, batu porselein, batu-batuan kecil yang didapatkan dari berbagai tempat pembelian batu, misalnya di Batukaras dan Kertayasa. Batu tersebut digunakan disesuaikan dengan kontur tanah jalan Cikaler yang dahulunya tanah lempung. Tanah lempung merupakan tipe tanah yang paling baik digunakan untuk pembuatan jalan dari sirtu. Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan jalan ini adalah cangkul, parit, ember, palu, dan mesin gilas. Panjang jalan Cikaler yang dibangun sekitar 390 meter, dimana setiap satu RT diberi bagian pengerjaan sepanjang 16,8 meter (maka bila ada 10 warga yang mengerjakannya sehingga setiap warga mengerjakan 1,68 meter). Di dusun Cikaler terdapat 7 RT. Sehingga pengerjaan jalan Cikaler dilakukan proses rolling untuk tiap RT. Setiap 1 truk pengangkut batu diukur sebagai 3 m2 yang dapat digunakan untuk pembuatan jalan Cikaler sepanjang 5 × 2,5 meter. Warga sendiri harus dapat memprediksi dimana 1 truk pengangkut batu itu harus cukup atau sesuai dengan pengerjaannya.

Proses pengerjaan pembangunan jalan dusun Cikaler yaitu dimulai dengan jalan dihilangkan dari rumput dan akar-akar pohon yang terdapat pada badan jalan yang akan dibangun. Disamping kanan dan kiri jalan dicangkul sedikit dalam agar batu pinggir dijadikan batu penguat agar tidak geser dan tetap. Selanjutnya penghamparan sirtu dan pondasi bawah menggunakan batu-batuan. Batu-batuan tersebut disusun sedemikian rupa agar rapi dan padat (tidak ada rongga-rongga). Batu-batu yang belum rata kemudian digilas sehingga jalan batu yang terbentuk benar-benar padat. Hal terakhir yang akan dilakukan dalam proses pembuatan jalan ini adalah pengaspalan. Estimasi waktu yang ditargetkan untuk penyelesaian pengerjaan jalan ini sekitar 1-2 minggu ke depan (untuk penggilasan dan pengaspalan).

Aspal adalah bahan hidrokarbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen, merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur. Aspal berasal dari aspal alam (aspal buton) atau aspal minyak (aspal yang berasal dari minyak bumi). Berdasarkan konsistensinya, aspal dapat diklasifikasikan menjadi aspal padat dan aspal cair (Budi, 2011).

Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang dan bersifat cair bila dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum dikarakterisasi secara baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatik yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Atom-atom selain karbon dan hidrogen yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan renik besi, nikel, dan vanadium (Budi, 2011).

Sirtu atau pasir urug adalah pasir yang memiliki butir-butir halus namun masih mengandung lumpur, kerikil ataupun batuan kecil dalam kadar yang cukup besar. Penjual pasir urug biasanya menjual dalam hitungan satu bak truk atau pickup, maka kita harus menghitung volume satu bak tersebut dan mencari harga pasir urug per m3. Penggunaan pasir urug atau sirtu ada pada tahapan sebelum pemasangan pondasi batu kali. Pasir urug setebal 5 cm sampai dengan 10 cm ditebarkan sebagai alas pondasi dilanjutkan dengan satu lapisan batu kosong sepanjang pondasi, kemudian dipadatkan (Priambodo, 2010).

Alasan digunakan sirtu dalam pembuatan jalan ini adalah untuk mencegah terjadinya longsor. Saat hujan, air hujan yang masuk melalui rongga batu akan lebih mudah terserap sehingga longsor tidak mudah terjadi. Selain itu, penggunaan sirtu ini merupakan standar nasional untuk pembuatan jalan.

Bahan timbunan bahan jalan yang telah dihamparkan, harus dipadatkan/digilas lapis demi lapis dalam keadaan lembab (tidak basah). Pelaksanaan penggilasan harus dimulai dari kedua sisi luar jalan menuju ke tengah, sejajar dengan jalan, dan dimulai dari bagian yang rendah menuju ke bagian yang lebih tinggi. Jika mesin gilas mekanis tidak tersedia, maka pemadatan dapat dilakukan dengan alat timbris manual (Direktorat Jendral Bina Marga, 1995).

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s